10 Tempat Wisata di Batam Ini Akan Membuat Kamu Betah di Batam


Batam adalah kota yang sibuk karena lokasinya yang strategis. Berada di tengah jalur pelayaran yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, perekonomian Batam tumbuh sangat pesat yang menjadikannya sebagai kota industri. Tak hanya itu, sektor pariwisata Batam juga ikut tumbuh, apalagi karena kota ini tercatat sebagai gerbang ketiga yang paling banyak dilewati oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.

Ada banyak tempat wisata di Batam yang menarik dan layak dikunjungi.

Bagi kamu yang memang berencana ke Batam, coba atur sedikit waktu luangmu untuk menikmati berbagai objek wisata di kota ini. Dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar dan bebas macet, beberapa rekomendasi tempat wisata di Batam berikut ini bisa kamu jelajahi.

Jembatan Barelang

Konon, belum sah datang ke Batam bila belum melihat dan berfoto di Jembatan Barelang. Jembatan yang diprakarsai oleh B.J. Habibie di tahun 1991 ini menjadi ikon dan landmark Batam. Apa yang membuatnya istimewa? Jembatan Barelang terdiri dari enam buah jembatan dengan arsitektur yang berbeda-beda. Jembatan-jembatan tersebut kemudian diberi nama raja yang pernah berkuasa pada zaman Kerajaan Melayu Riau, diantaranya Jembatan Tengku Fisabilillah (Jembatan I), Jembatan Nara Singa (Jembatan II), Jembatan Raja Ali Haji (Jembatan III), Jembatan Sultan Zainal Abidin (Jembatan IV), Jembatan Tuanku Tambusai (Jembatan V), dan Jembatan Raja Kecik (Jembatan VI).

Nama Barelang sendiri merupakan singkatan dari Pulau Batam, Rempang, dan Galang. Jika kamu mau ke sini, sebaiknya menyewa mobil karena lokasi yang memang sangat jauh, sekaligus untuk memudahkan mobilitas. Dari Bandara Internasional Hang Nadim, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di jembatan pertama. Namun, jika kamu ingin melihat seluruh Jembatan Barelang hingga jembatan ke-6 maka sebaiknya menyiapkan lebih banyak waktu dan tenaga karena bisa menempuh puluhan kilometer.

Belajar sejarah di eks-Camp Vietnam

Mumpung sedang berada di kawasan Jembatan Barelang, pastikanlah untuk singgah sebentar di salah satu tempat yang dahulunya menjadi “rumah” bagi pengungsi Vietnam yang mencari perlindungan. Dinamakan eks-Camp Vietnam, tempat ini berada di Pulau Galang, tak jauh dari jembatan ke-5 Barelang. Karena dianggap bersejarah, pemerintah setempat mengelola objek wisata ini sebagai tujuan wisata dengan memungut biaya masuk yang terjangkau.

Saat ini, beberapa tempat memang sudah tampak dipugar, namun beberapa spot seperti barak-barak pengungsian, rumah sakit, sekolah, gereja, wihara, kantor polisi, penjara, bahkan replika kapal yang digunakan masyarakat Vietnam mengarungi Laut Cina Selatan menuju Pulau Galang demi mencari tempat perlindungan, masih sengaja dibiarkan begitu saja seperti aslinya.

Foto dulu di “Welcome to Batam”

Jika di Amerika ada tulisan “Hollywood”, maka di Batam ada tulisan “Welcome to Batam”. Terletak di Bukit Clara, Batam Center, tulisan besar ini menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi warga lokal dan wisatawan untuk ber-selfie ria. Tak jauh dari sini, ada Masjid Raya Kota Batam dan Dataran Engku Putri (alun-alun Kota Batam) yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Tulisan ini menghadap Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, sehingga turis dari Singapura, Malaysia dan sekitarnya seakan disambut sebagai pendatang. Jika mau ke sini, kamu tidak perlu bayar apapun. Hanya cukup bawa uang receh saja untuk jajan camilan karena ada banyak pedagang yang berjualan.

Nongkrong di kedai kopi

Ingin menikmati Batam layaknya penduduk lokal? Datang saja ke kedai kopi mana pun yang ada di setiap sudut kota! Kedai kopi merupakan salah satu ikon kuliner klasik yang telah menjadi budaya di Batam. Pengalaman saya, kedai kopi-kedai kopi lokal ini tak terpengaruh sedikit pun dengan persaingan coffee shop modern yang menjamur di sini.

Bila saya perhatikan, anak muda dan orang tua membaur di sini. Dengan harga terjangkau dan banyaknya pilihan menu yang ada, mulai dari kopi o, teh o, teh obeng, teh tarik, nasi lemak, sup ikan, yong tahu, bubur ayam, lontong sayur hingga roti prata, siapa yang tak mau?

Cantiknya Pantai Nongsa

Tempat wisata di Batam selanjutnya adalah Pantai Nongsa. Nongsa merupakan sebuah kecamatan yang terkenal dengan keindahan pantainya. Dari pusat kota Batam Center, saya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai Pantai Nongsa. Di sepanjang garis pantai ini, banyak hotel dan resor bertaraf internasional berjejer.
Namun, ada sebagian Pantai Nongsa yang menjadi bagian dari kampung tradisional dan dirawat secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Jika ingin melihat keindahannya, biaya masuk Pantai Nongsa hanya Rp 5.000 saja.

Ada yang menarik dari Pantai Nongsa ini, yaitu sebuah pulau yang terletak di seberangnya bernama Pulau Putri. Pulau yang tak terlalu besar ini bisa diakses menggunakan pancung (kapal kayu bermesin). Di sana, kamu bisa menikmati wisata air, seperti berenang dan snorkeling. Pulau ini bahkan menjadi spot favorit anak muda Batam untuk camping. Jadi, mumpung sedang berkunjung ke Pantai Nongsa, sempatkan diri untuk menyeberang sebentar ke Pulau Putri.

Main di Pulau Belakang Padang

Kota Batam dikelilingi oleh pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Salah satunya adalah Pulau Belakang Padang yang memberikan pesona tersendiri. Untuk mencapai pulau ini, saya harus menaiki pancung dari Pelabuhan Pancung, Sekupang, selama 20 menit dengan membayar Rp15.000 sekali jalan.

Begitu menjejakkan kaki di dermaga Pulau Belakang Padang, saya disambut dengan slogan bertuliskan “Selamat Datang di Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu, Kota Batam”. Kalau kamu tanya kenapa disebut Pulau Penawar Rindu, saya juga tidak tahu alasannya.

Sebenarnya, ada banyak objek menarik yang bisa dikunjungi di pulau ini. Salah satu yang terkenal di kalangan pelancong adalah Pantai Pasir Putih yang berada di bagian belakang pulau.

Oh iya, disarankan untuk datang ke pulau ini di pagi hari. Maksudnya, agar kamu bisa mencicipi berbagai sarapan khas Melayu yang banyak dijual di pasar dekat dermaga Pulau Belakang Padang. Kenikmatan masakan Melayu Belakang Padang sudah terkenal, bahkan banyak penduduk Batam sengaja datang ke sini setiap akhir pekan hanya untuk menikmati kelezatan makanan tersebut.

Relaks sejenak di Taman Wisata Habibie Tangga Seribu

Masih di kawasan Sekupang, saya lanjut ke Taman Wisata Habibie Tangga Seribu. Menuju ke lokasi ini tidak sulit karena banyaknya petunjuk jalan. Jangan lupa pula, siapkan uang masuk Rp 5.000 per orang. Sekadar informasi, tempat wisata ini dulunya merupakan kawasan kediaman B.J. Habibie saat menjadi pendiri dan pemimpin Otorita Batam.

Kawasan ini sangatlah rindang dan punya banyak saung-saung kecil. Dengan posisi berada di atas bukit, pesona laut, gedung pencakar langit Singapura, dan banyaknya kapal besar berlayar menjadi pemandangan yang menyejukkan mata. Sementara Tangga Seribu diambil dari lokasi tempat yang memang memiliki banyak tangga. Jika ingin main ke pantainya, kamu harus menuruni sejumlah anak tangga terlebih dahulu. Namun, jika tidak, kamu bisa selfie di rumah pohon yang dibangun swadaya masyarakat.

Menikmati pemandangan Singapura dari Pantai Tanjung Pinggir

Daerah Sekupang merupakan daerah yang langsung berhadapan dengan Singapura. Jadi, jika kamu ingin melihat view Negeri Singa ini, silakan ke Pantai Tanjung Pinggir, Sekupang. Pantai ini terletak tak jauh dari Pelabuhan Domestik Sekupang, tepatnya berada di samping KTM Resort. Untuk biaya masuk, saya hanya dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 saja.

Berburu gadget dan tas murah di Nagoya

Kalau mendengar kata “Nagoya”, pikiranmu pasti langsung tertuju pada sebuah kota di Jepang. Tapi sekarang, saya tak perlu jauh-jauh ke Jepang karena “Nagoya” ada di Batam. Kawasan Nagoya sebenarnya menyerupai China Town-nya Batam. Di sini, pengunjung bisa berbelanja tas branded, gadget, parfum, bahkan alat elektronik dengan harga miring. Ya, Batam merupakan kawasan free trade zone di mana semua barang yang masuk ke Batam tidak dikenakan pajak.

Puas makan seafood di Bengkong Laut

Di Batam, jangan lewatkan menikmati kuliner seafood yang enak dan segar. Ada banyak tempat dan restauran makan seafood di Batam seperti di Piayu Laut, Jembatan Barelang, Nongsa dan sebagainya. Namun, yang paling terkenal adalah di restoran Golden Prawn, Bengkong Laut.

Kalau kamu ke sini, saya rekomendasikan untuk mencoba gonggong, sejenis siput laut yang menjadi makanan khas Kepulauan Riau.

Di tempat ini ada dua hotel berbintang yang nyaman yaitu Golden View dan Golden Bay. Selain itu banyak jenis permainan yang bakalan bikin kamu betah seperti gokart, ski cable, illusion dan lainnya. ***